Konon, ada cerita seorang pemuda tampan bernama Narsissus. Nyaris tak terhitung gadis – gadis ayu yang jatuh hati padanya. Namun pemuda tampan itu tak bergeming sedikit pun. Tampaknya tak seorang pun yang tahu bahwa Narcissus mempunyai hobi yang unik. Pemuda itu paling suka duduk berjam-jam termenung di tepi kolam yang airnya jernih. Di negeri dewa-dewi air kolam melebihi kebeningan cermin.
Hari demi hari orang-orang dan para gadis belum ada juga yang tahu, bahwa pemuda tampan itu ternyata sangat gemar menatapi dan mengagumi wajahnya sendiri yang memantul dari kolam yang jernih. Pendek kisah, Narcisius telah jatuh cinta pada dirinya sendiri. Oleh karena itu yang seharusnya indah berujung tragis dan melankolis. Narcissus akhirnya mati tercebur kolam sewaktu lupa diri “memandangi dan mencintai” wajah dan dirinya sendiri.
Hmmm………apa ya….makna dari kisah sedih ini:(
ini cerita asal usul istilah narsis ya!!!
saya pernah baca di majalah beberapa waktu lalu…
Oleh: ridhocyber on Februari 18, 2008
at 8:02 pm
Boleh dikatakan iya, cerita ini sangat bermakna aku kutip dari sebuah buku
Oleh: kavung on Februari 19, 2008
at 6:14 am
sumber bukunya di sertain dong…
Oleh: ridhocyber on Februari 19, 2008
at 7:24 am
wah martha jadi filsafat handal,, keren bu!!
Oleh: ichal on Februari 20, 2008
at 5:27 am
Bagus dech aq terkesan juga.
Oleh: gani on Februari 23, 2008
at 7:56 pm
aku yang ndak tahu makna kata ingin niiih bertitik-titik,,,,hehehehhhe
klo aku yang jadi narsisus…. duuuh dah aku tinggal tuuu kolam ,,,, kecuali aku buat mandi dan nangkap ikannya…maklum lapar klo habis berenang…hehehehehhehe
naaah klo ada cewek,,,,aku langsung daaaah keluar dari kolam….berkenalan…dan tahu sendiri tooooo kelanjutannyaaaaa..ahahhahha
setampan apa diriku…?
secantik apa diriku…?
apalah gunanya diri ini bila harus seorang diri…?
dari mana kan bernilai bila tanpa berguna dan bertindak…?
buat apa bercinta diri bila tak mampu memahami mahluk lain…?
dari mana ada cinta sedangkan dirinya tiada mengerti apa, bagaimana, untuk apa, dari mana, kemana dan mengapa dirinya ada …?
dengan mengenal sebesar mungkin potensi diri terhadap peristiwa dan hukum alam maka sang insan akan kebutuhan dirinya terhadap cinta kepada sang mahluk tuhan…untuk meraih cinta abadi sang pecinta..yakni tuhan semesta alam….maaf niiih bertitikku tidak nyambung …hehehehehehe…
Oleh: bangkiti on Februari 25, 2008
at 4:14 pm